Argo Yuwono Pastikan Keterangan Lulus Sensor Dalam Video “Ikan Asin”, Palsu
Argo Yuwono Pastikan Keterangan Lulus Sensor Dalam Video “Ikan Asin”, Palsu |
- Argo Yuwono Pastikan Keterangan Lulus Sensor Dalam Video “Ikan Asin”, Palsu
- Aliansi Mahasiswa Pemuda RI Nilai Adanya Upaya Adu Domba Antara Aktivis dan Polri
- Jokowi Ungkap Investasi Blok Masela Sangat Berarti Bagi Indonesia
- Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin Jadi 5,75%
- Sedang Cek Kondisi Ban di Tol Penjaringan, Sujana Tewas Ditabrak Mobil
- Berkelahi, 4 Remaja di Jatinegara Ditangkap Tim Rajawali Polres Metro Jakarta Timur
- Kemlu Kecam Pemberian Award Dewan Kota Oxford ke Tokoh OPM
- Gatot Eddy Pramono Soroti Politik Identitas di Medsos Berkaitan Tantangan Demokrasi
- Richard Louhenapessy Temui Retno Marsudi, Bahas 3 Hal Tentang Kota Ambon
- Penyiraman Novel Baswedan Terindikasikan Akibat Balas Dendam dari Sakit Hati
| Argo Yuwono Pastikan Keterangan Lulus Sensor Dalam Video “Ikan Asin”, Palsu Posted: 19 Jul 2019 05:36 AM PDT Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, bahwa bersumber dari pemeriksaan saksi dari Lembaga Sensor Film, terkait adanya distribusi informasi elektronik pada menit 00: 58 dalam video pada akun YouTube "Rey Utami dan Benua" yang berjudul "Galih Ginanjar Seputar Cerita Masa Lalu !" berdurasi 32.06 menit, bahwa hal itu tidak benar alias palsu. "Saksi yang diperiksa adalah saksi dari Lembaga Sensor Film di Jakarta Selatan sejak 1979 yang saat ini menjabat sebagai tenaga sensor yang bertugas dan tanggung jawab sehari-hari yaitu melakukan pensensoran film,perekaman video," tutur Kabid Humas kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (19/07/2019). "Keterangan lulus sensor pada menit 00:58 adalah palsu dan tidak benar karena penulisannya pada tampilannya sudah salah sehingga video tersebut seolah-olah telah dinyatakan telah lulus sensor di lembaga sensor film dan informasi tersebut tidak benar," jelasnya menambahkan. Masih dari keterangan Kabid Humas, bahwa lembaga sensor film tidak pernah mengeluarkan izin telah lulus sensor pada video yang di-unggah di media sosial YouTube. "Pablo Putera Benua dan Rayie Utami Alias Rey Utami tidak pernah datang ke lembaga sensor film untuk pengajuan izin sensor konten "Mulut Sampah" YouTube Channel Rey Utami dan Benua," terangnya. "Video semacam tulisan yang menyatakan telah lulus sensor, tetapi setelah diteliti, judul tersebut tidak pernah masuk untuk disensorkan ke lembaga sensor film," ungkapnya. "Penulisan telop/penulisan nomor lulus sensor yang ada dalam video tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang ada di lembaga sensor film. Dengan demikian penulisan telop/penulisan nomor lulus sensor tersebut adalah Palsu," tutur Kabid Humas. Karena itu berdasarkan keterangan tersebut, terhadap tersangka Pablo Benoa dan Rey Utami memenuhi unsur dugaan melakukan manipulasi, penciptaan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik. sebagaimana pasal Pasal 35 UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE. (HumasPMJ |
| Aliansi Mahasiswa Pemuda RI Nilai Adanya Upaya Adu Domba Antara Aktivis dan Polri Posted: 18 Jul 2019 06:56 PM PDT JAKARTA, LELEMUKU.COM – Viral berita dikalangan aktifis Jakarta tentang pencatutan nama-nama Ketua BEM/Presma kampus-kampus di Jakarta dan organisasi-organisasi Cipayung plus se-Jakarta oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dalam sebuah perencanaan kegiatan Silaturahmi dan Halal Bi Halal Badan Eksekutif dan Pemuda Jabodetabek.Hal ini disikapi Koordinator BEM RI, El Hakim dan Aliansi Mahasiswa Pemuda RI. "Akibat kejadian tersebut muncul respon beragam dari kalangan aktifis yang kami pandang salah sasaran, dalam hal ini menuduh instansi-instansi Polri dengan tuduhan yang kami pandang tidak tepat," kata El Hakim dalam konferensi pers pada Rabu (17/7/2019) di Mie Aceh Cikini Jakarta. Lanjut El-Hakim, Instansi Polri adalah tujuan Proposal, sedangkan yang bermasalah dengan aktifis adalah personal yang melakukan pencatutan tanpa sepengetahuan, namun hal ini sudah di klarifikasi. Adapun beberapa klarifikasi yang terjadi adalah pertama, menyeru kepada oknum-oknum aktifis yang memanfaatkan keadaan dengan membuat tuduhan-tuduhan diluar konteks agar segera berhenti karena kami anggap memperkeruh situasi. "Kedua, menjelaskan kepada publik tentang hubungan Aktifis dan Polri adalah Mitra kritis," tutup El- Hakim. (PSP) |
| Jokowi Ungkap Investasi Blok Masela Sangat Berarti Bagi Indonesia Posted: 18 Jul 2019 06:16 PM PDT JAKARTA, LELEMUKU.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik selesainya negosiasi antara pemerintah dengan Inpex Corporation dalam rencana pengembangan kawasan minyak dan gas (migas) Blok Masela pada Lapangan Abadi, Perairan Arafura di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.Rencana pengembangan Blok Masela yang termasuk di dalamnya soal kandungan lokal dan penggunaan tenaga kerja asli daerah setempat, menurut Presiden Jokowi, telah pula disepakati, dan dilaporkan kepadanya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/07/2019) lalu. "Investasi yang bernilai besar ini akan sangat berarti bagi Indonesia," tulis Presiden Jokowi melalui akun media sosialnya, baik Instagram, Facebook, maupun Twitter yang diunggahnya beberapa saat yang lalu. Sesuai laporan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), menurut Presiden Jokowi, produksi Blok Masela akan dimulai tahun 2027. "Indonesia akan menerima selain porsi besar dari proyek ini, juga dampak gandanya. Seperti industry petrokimia yang juga dibangun mengikuti proyek Blok Masela," tulis Presiden Jokowi. Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengemukakan, total biaya pengembangan lapangan Proyek LNG Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, mencapai 18,5 miliar dollar AS – 19,8 miliar dollar AS. "Ini adalah investasi asing terbesar sejak 1968 dan simbol pembangunan di Indonesia Timur yang berskala global setelah Freeport Indonesia," kata Jonan usai melaporkan secara persetujuan Rencana Pengembangan atau Plan of Development (PoD) Proyek LNG Lapangan Abadi di Blok Masela kepada Presiden Joko Widodo, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/07/2019). Pada saat pembangunan, menurut Jonan, Proyek Blok Masela dapat menyerap 30 ribu tenaga kerja langsung maupun pendukung, dan saat beroperasi akan menyerap tenaga kerja antara 4.000 – 7.000 orang termasuk pembangunan industri petrokimia. Sementara President & CEO Inpex Takayuki Ueda mengatakan, konsep pengembangan proyek telah mengalami perubahan dari skema kilang terapung menjadi skema LNG darat. "Lapangan Gas Abadi yang mempunyai produktivitas reservoir sangat bagus menumbuhkan harapan untuk mengembangkannya secara efisien dan menjadikan lapangan ini beroperasi secara stabil dalam memproduksi gas alam cair (LNG) untuk jangka waktu yang panjang," kata Takayuki. Sebagai tambahan atas persetujuan revisi PoD, Pemerintah juga menyetujui permohonan untuk alokasi tambahan waktu selama 7 tahun dan perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) Wilayah Kerja atau Blok Masela selama 20 tahun hingga 2055. Selanjutnya, Inpex akan terus bekerja bersama Shell sebagai mitra kerja untuk memulai aktivitas persiapan yang diperlukan dalam rangka melaksanakan kegiatan Front End Engineering Design (FEED). Dengan mulainya proyek ini, Pemerintah Indonesia akan menerima investasi sekitar 39 miliar dollar AS dan Inpex sekitar 37 miliar dollar AS. Angka tersebut sudah termasuk 10% milik daerah, sehingga Inpex dan Shell hitungannya bisa terima 33,3 miliar dollar AS. Potensi ini masih bisa dioptimalkan dari dampak multiplier seperti industri petrokimia dan potensi investasi 5 miliar dollar AS di daerah tersebut. (Setkab) |
| Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin Jadi 5,75% Posted: 18 Jul 2019 05:51 PM PDT JAKARTA, LELEMUKU.COM - Setelah bertahan sejak November 2018, Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps, dari 6 persen menjadi 5,75 persen. Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 5,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50%."Kebijakan tersebut ditempuh sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali," bunyi siaran pers BI yang ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, Kamis (18/07/2019). Ditegaskan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif. "Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian," jelas Onny. Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan, lanjut Onny, juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Bank Indonesia memandang masih terbuka ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya mendorong momentum pertumbuhan ekonomi lebih lanjut. "Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mempertahankan stabilitas ekonomi, mendorong permintaan domestik, serta meningkatkan ekspor, pariwisata, dan aliran masuk modal asing, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA)," ujar Onny. (Setkab) |
| Sedang Cek Kondisi Ban di Tol Penjaringan, Sujana Tewas Ditabrak Mobil Posted: 18 Jul 2019 05:32 PM PDT JAKARTA UTARA, LELEMUKU.COM - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol DR Sedyatmo, KM 27.400, Penjaringan, Jakarta Utara. Akibatnya seorang pengemudi mobil merek Daihatsu Ayla bernama A Sujana pun meninggal di lokasi kejadian.Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Nasir mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/07/2019) pagi ini, saat itu mobil Daihatsu Ayla bernopol B 1068 NOV yang dikemudikan Sujana mengalami pecah ban. Pengemudi mobil itu lantas berhenti dipinggir jalan untuk mengecek kondisi bannya. Ketika mengecek ban mobil itu, ada kendaraan yang belum diketahui nopolnya melaju dari arah Timur ke Barat dan menabrak korban. "Korban yang sedang berdiri disamping kendaraan ditabrak oleh mobil pelaku," kata AKBP Nasir pada wartawan, Kamis (18/07/2019). Menurut AKBP Nasir, akibat kecelakaan lalu lintas tersebut, pengemudi kendaraan Daihatsu mengalami luka-luka dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Adapun jenazah korban akhirnya dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat guna dilakukan proses visum. "Kami masih mencari identitas mobil dan pelaku tabrak lari tersebut," ujarnya. Untuk mengungkap identitas pelaku, kepolisian akan mendalami rekaman CCTV di lokasi kejadian. (HumasPMJ) |
| Berkelahi, 4 Remaja di Jatinegara Ditangkap Tim Rajawali Polres Metro Jakarta Timur Posted: 18 Jul 2019 05:23 PM PDT JAKARTA TIMUR, LELEMUKU.COM - Empat remaja berinisial SY (15), RAP (19), AG (15) dan GF (15) ditangkap Tim Rajawali Polres Metro Jakarta Timur lantaran keempatnya berkelahi di Jalan Remaja 1, Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur, Jakarta pada Rabu (17/07/2019) malam.Katim Rajawali Polres Metro Jakarta Timur Aiptu Maryono mengatakan, penangkapan empat remaja itu berawal dari laporan warga. Tim Rajawali yang sedang patroli langsung menuju TKP untuk menangkap keempat remaja tersebut. "Pukul 23.00 WIB tim dapat laporan bahwa adanya saling serang antara empat remaja di TKP itu. Sampai di TKP, mereka (pelaku) sudah diamankan warga," kata Aiptu Maryono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/07/2019). Aiptu Maryono menambahkan, keempat remaja itu diamankan warga karena disangka hendak lakukan begal. Sebab ditemukan satu buah celurit di dalam tas GF. "Mereka diamankan warga setempat karena disangka begal karena kedapatan satu buah celurit di dalam tas," ujar Aiptu Maryono. Kepada polisi, mereka mengaku, perkelahian berawal dari saling ejek. SY dan RAP sempat terkena bacokan dari GF. Namun mereka tak alami luka serius karena celurit yang digunakan tumpul. Keempatnya selanjutnya langsung dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk jalani pemeriksaan. (HumasPMJ) |
| Kemlu Kecam Pemberian Award Dewan Kota Oxford ke Tokoh OPM Posted: 18 Jul 2019 12:26 PM PDT JAKARTA, LELEMUKU.COM - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam keras pemberian award oleh Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM), beberapa waktu lalu."Pemberian award kepada orang tersebut menunjukkan ketidakpahaman Dewan Kota Oxford terhadap sepak terjang orang tersebut dan kondisi Provinsi Papua dan Papua Barat yang sebenarnya… termasuk pembangunan dan kemajuannya," bunyi pernyataan resmi Kemlu RI sebagaimana dimuat di portal www.kemlu.go.id, Rabu (17/07/2019). Ditegaskan Kemlu RI, posisi Indonesia terhadap gerakan separatisme akan tetap tegas dan tidak akan mundur satu senti pun untuk tegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Indonesia menghargai sikap tegas Pemerintah Inggris yang konsisten dalam mendukung penuh kedaulatan dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia dan karenanya sikap Dewan Kota Oxford tidak punya makna apapun," tegas pernyataan tersebut. Sementara itu Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan medianya sebagaimana dimuat dalam portal www.gov.uk, Selasa (16/7) menegaskan, Inggris dan Indonesia memiliki hubungan yang erat, dengan banyak kepentingan dan nilai-nilai yang sama. "Kami bekerja sama dalam mengatasi beberapa tantangan seperti terorisme dan pemanasan global, serta berhubungan erat dalam G20," bunyi pernyataan tersebut. Menurut pernyataan media itu, Inggris merupakan salah satu investor terbesar di negara ini. Pada April 2012, Perdana Menteri Inggris mengumumkan komitmen untuk menggandakan nilai perdagangan (baik barang dan jasa) sebesar 4,4 miliar poundsterling pada tahun 2015. "Kami bekerja sama dengan badan-badan lokal dan internasional untuk mengatasi tantangan global termasuk hak asasi manusia dan demokrasi, keamanan regional, kesejahteraan dan perubahan iklim," bunyi pernyataan media itu. Selain itu, menurut pernyataan media Kemlu Inggris yang bersumber dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta itu, pihaknya juga menyediakan bantuan, pelayanan, dan saran praktis kepada warga negara Inggris yang sedang mengunjungi atau tinggal di Indonesia. "Kami juga mengurus aplikasi visa bagi mereka yang ingin memasuki Inggris baik untuk wisata, belajar, menetap atau bekerja," pungkas pernyataan itu. (Setkab) |
| Gatot Eddy Pramono Soroti Politik Identitas di Medsos Berkaitan Tantangan Demokrasi Posted: 18 Jul 2019 10:59 AM PDT JAKARTA, LELEMUKU.COM - Kapolda Metro Jaya, Irjen. Pol. Dr. Drs. Gatot Eddy Pramono, M.Si., melihat masifnya penggunaan media sosial di masyarakat sebagai tantangan demokrasi di Indonesia. Kapolda melihat bahaya dari tersebarnya berita bohong atau hoaks di media sosial, terutama yang bernuansa politik identitas."Media sosial itu tantangan buat kita. Di tengah-tengah kita melaksanakan demokrasi karena banyak sekali isu-isu, berita-berita hoaks, ujaran-ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," jelas Kapolda PMJ dalam kuliah umumnya di kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (18/07/2019). Kapolda menekankan penggunaan media sosial yang tidak terkontrol di tengah kondisi masyarakat Indonesia yang didominasi kelompok kelas bawah berpotensi menimbulkan gesekan sosial jika tidak dikelola dengan baik. Ia juga menyoroti perbedaan-perbedaan di kalangan masyarakat kelas bawah yang tergolong ekstrem. "Di Indonesia, kondisi masyarakat low class nilai-nilai primordialisme itu semakin meningkat. Pertama terkait ras, suku, agama, kedaerahan, dan bahasa itu semakin mengental dan menguat. Perbedaan ekstrem ini yang mereka angkat. Dan jika tidak dikelola dengan baik, bisa menjadi konflik sosial," paparnya lebih lanjut. Isu SARA yang berbau politik identitas ini dinilai Gatot sebagai akar dari tindakan yang intoleran dan radikal. Ini juga menjadi berbahaya karena mereka yang terpapar oleh paham ini disebut tidak jarang memiliki keinginan merebut kekuasaan atau memisahkan diri. "Ke depan itu adalah primordialisme yang muncul seperti politik identitas, radikalisme, intoleransi. Menguatnya kritis identitas dan nasionalisme sempit membuat mereka ingin memisahkan diri dari negara induknya, banyaknya konflik horizontal, adanya insurgency, aktor nonstate juga menggunakan sumber daya militer, politik yang dia miliki untuk merebut kekuasaan atau dia untuk memindahkan, memisahkan kekuasaan. Ini yang terjadi," sambung Jenderal Bintang Dua itu. Melihat kondisi tersebut, ia melihat hal ini bukan hanya tanggung jawab masyarakat dan aparat penegak hukum, tapi juga pemerintah. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah membuat regulasi mengenai penyebaran berita hoaks. "Kemudian juga perlu regulasi yang mengatur supaya juga nanti berita hoax ini tidak mudah tersebar, termasuk pemilihan platform terlibat di dalam itu," pungkas Mantan Wakapolda Sulsel itu. (HumasPolri) |
| Richard Louhenapessy Temui Retno Marsudi, Bahas 3 Hal Tentang Kota Ambon Posted: 18 Jul 2019 10:51 AM PDT JAKARTA, LELEMUKU.COM – Bermaksud memperkenalkan Kota Ambon ke dunia internasional, Rabu (17/07/2019), Walikota Ambon, Provinsi Maluku, Richard Louhenapessy menemui Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, di Gedung Kementerian Luar Negeri Jakarta.Walikota mengatakan, dalam pertemuan tersebut, ada tiga hal yang dibicarakan, antara lain Ambon Night Event, Konferensi Musik Internasional Milanesia, serta Hubungan Sister City (Kota Bersaudara) Ambon-Vlissingen. Dijelaskan, Ambon Night Event merupakan ajang Culture Performance untuk memperkenalkan Budaya Ambon yang akan berlangsung pada tanggal 25 Juli mendatang. Menurut Walikota, dalam event tersebut akan diundang para Duta Besar negara asing yang ada di Indonesia, khususnya negara-negara yang berpotensial dengan Kota Ambon serta negara-negara Milanesia dan juga para investor. Melalui Ambon Night Event, lanjut Walikota, diharapkan para investor dan juga negara-negara luar lewat para Duta Besarnya dapat lebih mengenal Budaya Maluku melalui Ambon yang kemudian dari pengenalan tersebut, akan berdampak positif bagi Kota Ambon maupun Maluku. "Ambon Night Event direncanakan akan diselenggarakan di Aula Gedung Kementerian Luar Negeri. Lewat pertemuan ini, kami secara langsung meminta kesediaan Ibu Menteri Luar Negeri untuk membuka event dimaksud," ungkap Walikota. Walikota menambahkan, selain Ambon Night, hal lain yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah terkait Konferensi Musik Internasional Melanesia. Diakui, Konferensi yang akan berlangsung pada september mendatang di Ambon mendapat respon yang positif dari Menteri Luar Negeri. "Ibu Menteri memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut, karena secara tidak langsung konferensi tersebut sejalan dengan diplomasi Indonesia pada negara-negara pasific," jelas Walikota. Walikota berharap, Ambon mampu tampil sebagai Kota yang mengedepankan budaya dan tradisi ras Melanesia lewat musik. Hal yang selanjutnya yang dibicarakan adalah terkait kelanjutan hubungan Sister City antara Ambon dan Vlissingen. Diketahui, hubungan kedua kota ini sangat intens dan positif. Begitu banyak sektor kerjasama yang dilakukan, termasuk sektor kesehatan dalam bentuk bakti sosial. Walikota mengakui, terkait dikeluarkannya regulasi dari Kementerian Kesehatan, keberlangsungan bakti sosial Kota Ambon dan Vlissingen mengalami sedikit hambatan. "Kami menyadari sesungguhnya Pemerintah Indonesia ingin melindungi dan memproteksi masyarakatnya, sehingga para tenaga medis yang akan bertugas di Indonesia harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan," terangnya. Dalam pertemuan tersebut, Menlu bersedia memfasilitasi pembicaraan dengan Menteri Kesehatan. "Sebelum bertemu Menteri Kesehatan, hari Selasa depan, Saya dan Kepala Dinas Kesehatan akan bertemu dengan Konsil Kedokteran Indonesia untuk membicarakan hal ini. Mengingat bakti sosial yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Kota Ambon dan sekitarnya namun dengan tetap memperhatikan regulasi yang berlaku," tutupnya. (DiskominfoAmbon) |
| Penyiraman Novel Baswedan Terindikasikan Akibat Balas Dendam dari Sakit Hati Posted: 18 Jul 2019 10:08 AM PDT JAKARTA, LELEMUKU.COM - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Novel menyatakan penyiraman air keras ke wajah penyidik senior KPK itu bisa dimaksudkan untuk membalas sakit hati atau memberi pelajaran. Untuk itu Tim merekomendasikan kepada Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian untuk mendalami kemungkinan motif serangan terkait setidaknya enam perkara melibatkan pejabat tinggi yang ditangani Novel.TGPFKasus Novel Baswedan telah menyelesaikan masa kerjanya selama enam bulan. TPF menyebut penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga telah menggunakan kewenangannya secara berlebihan dalam menangani sejumlah kasus. Sehingga hal tersebut memicu dendam berakibat pada serangan air keras mengenai wajahnya. Dalam jumpa pers di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Jakarta, Rabu (17/07/2019), juru bicara TPF Nur Kholis menjelaskan pihaknya merekomendasikan kepada Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian untuk mendalami kemungkinan motif serangan terkait setidaknya enam perkara melibatkan pejabat tinggi yang ditangani Novel. Menurut Nur Kholis, karena keterbatasan waktu, TGPF baru mampu meneliti keenam kasus tersebut, yakni kasus KTP elektronik, kasus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, kasus sekretaris jenderal Mahkamah Agung, kasus bupati Buol, kasus Wisma Atlet, dan kasus sarang burung walet di Bengkulu. Tim pencari fakta menyatakan penyiraman air keras ke wajah Novel bisa dimaksudkan untuk membalas sakit hati atau memberi pelajaran kepada korban. Serangan tersebut bisa dilakukan sendiri atau menyuruh orang lain. "TPF menemukan fakta terdapat probabilitas dari kasus yang ditangani oleh korban (Novel Baswedan) yang berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan," kata Nur Kholis. Dari pola penyerangan dan keterangan saksi korban, lanjutnya, TGPF meyakini serangan tersebut tidak terkait dengan masalah pribadi tetapi berhubungan dengan pekerjaan korban. Nur Kholis menambahkan TGPF tidak menemukan alat bukti yang mencukupi dan meyakinkan bahwa saksi berinisial MHH, MO, NYU, dan ML terlibat dalam peristiwa penyiraman air keras ke muka Novel Baswedan, baik secara sendiri atau bersama-sama, yang terjadi pada 11 April 2017 di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara. "TPF merekomendasikan kepada kepala Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan pendalaman terhadap fakta satu orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Novel Baswedan pada 5 April 2017 dan dua orang tidak dikenal yang berada di dekat tempat wudhu Masjid Al-Ihsan menjelang subuh pada 10 April 2017," ujar Nur Kholis. Dalam analisa dan pendalaman terhadap saksi yang mengetahui sesaat sebelum penyiraman air keras pada 11 April 2017, TPF mendapat keterangan dari saksi berinisial EJ. EJ usai salat subuh di Masjid Al-Ikhsan, Jl Deposito, Kelapa Gading, pada 11 April 2017 melihat dua orang tidak dikenal sedang duduk dekat sepeda motor. Satu orang menggunakan helm, sedangkan satu orang lainyna dalam posisi menunduk. Sesaat setelah kejadian penyiraman sekitar pukul 05.10 WIB, saksi berinisial IS dalam posisi sekitar 15 meter di belakang Novel, melihat dua orang dengan sepeda motor berboncengan menggunakan helm penutup muka menyiram asam sulfat ke wajah Novel. Lebih lanjut dia mengungkapkan TGPF mengevaluasi dan mendalami zat kimia yang digunakan untuk menyiram muka Novel. Faktanya, zat kimia yang digunakan untuk menyiram wajah Novel adalah asam sulfat (H2SO4) berkadar larut tidak pekat, sehingga tidak menyebabkan luka berat permanen pada wajah korban dan baju gamis yang dipakai korban tidak rusak. Penyiraman air keras tersebut tidak mengakibatkan Novel meninggal. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan Polri akan menindaklanjuti rekomendasi dari TGPF kasus Novel Baswedan, yakni pekan depan membentuk tim teknis lapangan. Dia menambahkan tim teknis tersebut akan dipimpin oleh Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Idham Aziz. Iqbal menegaskan tim teknis lapangan itu akan diisi oleh polisi-polisi terbaik yang memang telah dididik untuk melakukan investigasi. Tim ini akan melibatkan satuan-satuan kerja sangat profesional, seperti tim interogasi, tim pengintaian, tim penggalangan, tim Inafis, dan bahkan Detasemen Khusus 88 Antiteror juga akan diterjunkan. Menurut Iqbal, tim teknis lapangan akan dibentuk oleh Tito Karnavian itu akan diberi mandat paling lambat enam bulan untuk bekerja dan kalau dibutuhkan dapat diperpanjang. Iqbal menekankan Polri serius untuk mengungkap siapa pelaku dan dalang dari penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan. Dia meminta masyarakat memahami kasus Novel memiliki alat bukti yang minim. "Teman-teman Polda Metro Jaya sudah memeriksa setidaknya 74 saksi dan melakukan wawancara kepada 40 orang, 38 CCTV sudah diperiksa, bahkan melibatkan kepolisian negara luar, 114 toko bahan kimia juga kita periksa, bahkan juga melibatkan tim eksternal, tim asistensi dari KPK," tutur Iqbal. TGPF Kasus Novel Baswedan dibentuk oleh Tito Karnavian pada 8 Januari 2019 berdasarkan rekomendasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan sudah merampungkan kerjanya pada 7 Juli 2019. TPF yang terdiri dari polisi, anggota Komisi Pemberantasan Korupsi, dan sejumlah pakar telah melaporkan hasil kerja dan rekomendasinya kepada Tito pada 9 Juli lalu. Menurut Nur Kholis, TGPF mendasari kerjanya dari hasil penyelidikan dan penyidikan Polri sebelumnya dan laporan dari Komnas HAM, Komisi Kepolisian Nasional, Ombudsman dan pihak lainnya. TPF menganalisa, mengevaluasi, mendalami, dan mengembangkan hasil penyelidikan dan penyidikan Polri. Kerja TGPF berdasarkan sikap ketidakpercayaan terhadap alibi para saksi. Nur Kholis menegaskan TGPF meyakini pelaku penyiraman air keras ke muka Novel ada dua orang berboncengan sepeda motor pada 11 April 2017 dan dua orang yang berada di dekat tempat wudhu sehari sebelum kejadian belum diketahui motifnya. (VOA) |
| You are subscribed to email updates from #Lelemuku. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google, 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri








