Ahmad Riza Patria Jamin Tim Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 Bekerja Maksimal

Ahmad Riza Patria Jamin Tim Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 Bekerja Maksimal


Ahmad Riza Patria Jamin Tim Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 Bekerja Maksimal

Posted: 10 Jan 2021 03:28 PM PST

Ahmad Riza Patria Jamin Tim Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 Bekerja Maksimal.lelemuku.com.jpg

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjamin tim evakuasi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 akan bekerja maksimal guna membantu pencarian korban maupun serpihan pesawat di perairan Pulau Lancang-Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Hal itu katakan Wagub DKI saat meninjau Kapal Badan SAR Nasional (Basarnas) KN SAR Wisnu di sekitar perairan Kepulauan Seribu yang berangkat dari Pelabuhan Marina Ancol.

"Hari ini saya mewakili gubernur untuk melihat langsung persiapan dan proses pencarian yang saya lihat Alhamdulillah semua petugas melaksanakan tugasnya sesuai dengan kewenangan sangat baik mulai malam hingga pagi ini," kata Riza di KN SAR Wisnu, Minggu, 10 Januari 2021.

Kapal milik Basarnas bernama KN SAR Wisnu itu dijadikan sebagai pusat komando (On Scene Commander) pencarian dan evakuasi di perairan antara Pulau Laki dan Lancang Kepulauan Seribu tersebut.

Dalam tinjauan tersebut, Riza mengatakan dirinya diceritakan tahapan proses yang sudah berlangsung atau yang dilakukan sejak semalam dan mengharapkan ada titik terang karena proses pencarian sudah ke dasar laut.

"Kami dari Pemprov DKI mendukung penuh tim yang melaksanakan tugas mencari serpihan Sriwijaya Air ini," tutur Riza.

Dengan pencarian yang dilakukan tim gabungan, dia mengharapkan keluarga korban bersabar dan berdoa untuk segala kelancaran tim dalam melakukan evaluasi oleh tim.

"Karena kami lihat sendiri di lokasi tim bekerja dengan baik. Jadi harus bersabar, selalu berikan doa agar tim bisa bekerja dengan maksimal," tutur Riza menambahkan.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra. (Tempo)

Adi Prayitno Nilai Tri Rismaharini Sulit Lawan Anies Baswedan Saat Pilgub Jakarta

Posted: 10 Jan 2021 03:06 PM PST

Adi Prayitno Nilai Tri Rismaharini Sulit Lawan Anies Baswedan Saat Pilgub Jakarta

JAKARTA, LELEMUKU.COM -Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengatakan Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma memang potensial bertarung dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta berikutnya.

Namun, dia mengingatkan, tak mudah untuk melawan Anies Baswedan selaku petahana.

"Kalau membaca secara umum, Risma potensial, tapi melawan dan menantang petahana itu bukan perkara gampang," kata dia saat dihubungi, Minggu, 10 Januari 2021.

Anies, dia melanjutkan, memiliki pemilih loyal atau loyal voters yang kuat. Pendukung Gubernur DKI itu juga solid untuk memenangkan jagoannya.

Baca juga : Pengamat: Risma Bisa Jadi Satu-satunya Cagub di Pilkada Lawan Anies Baswedan

Di sisi lain, suara PDIP di Jakarta kalah dari partai lainnya. Apalagi, tambah Adi, basis pemilih Ibu Kota anti Jokowi.

"Kalau memang Risma dipaksakan maju di Pilkada Jakarta, PR-nya (pekerjaan rumah) banyak. Melawan petahana, melawan basis yang selama ini memang PDIP dan Jokowi kalah," jelas Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini.

Menurut dia, kebanyakan pemilih lebih mengutamakan sentimen primordial ketimbang rekam jejak calon. Sentimen primordial yang dimaksud, yakni siapa yang memiliki kedekatan terhadap agama atau kelompok tertentu.

Sebelumnya, relawan Pasukan Tri Rismaharini atau disingkat Pasutri mendeklarasikan dukungan kepada Risma menjadi calon gubernur DKI 2022. Akan tetapi, Adi mengingatkan, Pilkada tak memungkinkan digelar 2022 jika merujuk pada undang-undang saat ini.

Undang-Undang Pilkada mengatur bahwa pemilihan diselenggarakan serentak pada 2024. Kursi kepala daerah yang kosong di 2022 dan 2023, lanjut dia, bakal diisi oleh pelaksana tugas. (Tempo)

Megawati Tegur Jokowi Soal Pendataan di Indonesia yang Tidak Akurat

Posted: 10 Jan 2021 02:56 PM PST

Megawati Tegur Jokowi Soal Pendataan di Indonesia yang Tidak Akurat.lelemuku.com.jpg

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegur Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pendataan di Indonesia yang tidak akurat.

"Yang namanya dari zaman dulu, kok, sampai sekarang sudah 75 tahun merdeka, yang namanya dokumentasi kita, namanya data kok masih saja, kalau boleh saya ngomong panjang, masih saja akurasinya tidak berjalan dengan benar," kata Megawati dalam pidato politiknya di HUT PDIP, Minggu, 10 Januari 2021.

Megawati menceritakan ketika menjadi wakil presiden dan presiden, ia pernah bertanya sekilas pada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat waktu itu melalui ajudannya tentang lokasi mata air Kali Ciliwung.

Megawati mengaku menunggu cukup lama mendapat jawabannya karena pendataan yang tidak akurat. "Bayangkan itu data dari sebuah kementerian waktu itu. Mudah-mudahan ada Menteri PUPR Pak Basuki, itu maunya tuh cepat gitu lho. Masa enggak bisa cepat ya, nah itu yang saya curhatnya lho Bapak," katanya.

Menurut Megawati, berdasarkan perenungan spiritualnya dalam HUT PDIP kali ini, desa merupakan ujung tombak pemerintahan dalam pelayanan publik, sekaligus tempat hidupnya tradisi dan adat istiadat.

Di masa pandemi, kata Megawati, mengingatkan bahwa membangun Indonesia harus dimulai dari desa. "Dimulai tentunya dengan pendataan desa yang presisi, yang datanya akurat. Sudah waktunya Indonesia memiliki data yang komprehensif," ucapnya.

Mendengar curhatan Megawati, Jokowi yang menyaksikan pidato tersebut secara virtual pun hanya menganggukkan kepalanya. (Tempo)

Inilah Nilai Santunan Jasa Raharja Bagi Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182

Posted: 10 Jan 2021 11:04 AM PST

Inilah Nilai Santunan Jasa Raharja Bagi Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182.lelemuku.com.jpg

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding mengatakan perseroan akan memberikan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182.

"Santunan akan diselesaikan setelah ada pernyataan resmi dari Instansi berwenang tentang status para penumpang tersebut," kata Amos dalam keterangan tertulis, Minggu, 10 Januari 2021.

Amos menjelaskan santunan untuk keluarga korban kecelakaan alat transportasi umum didasarkan pada Peraturan Kementerian Keuangan No. 15/PMK.010/2017.

Beleid itu mengatur tentang Besar Santunan dan Iuran Wajib Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang Alat Angkutan Penumpang Umum di Darat, Sungai/Danau, Feri/Penyeberangan, Laut, dan Udara bahwa korban kecelakaan alat angkutan umum.

Di dalam aturan itu dicantumkan santunan yang akan didapat oleh keluarga korban kecelakaan sebagai berikut:
- Meninggal dunia sebesar Rp 50 juta
- Cacat tetap sesuai persentase maksimal Rp 50 juta
- Biaya rawatan Luka-luka kecelakaan udara (pesawat) maksimal sebesar Rp 25 juta
- Biaya ambulans maksimal sebesar Rp 500 ribu
- Biaya penguburan untuk korban yg tidak memiliki ahli waris sebesar Rp 4 juta
- Manfaat penggantian biaya P3K maksimal sebesar Rp 1 juta

Sriwijaya Air SJ182 dengan rute Jakarta-Pontianak hilang kontak setelah empat menit lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, tepatnya pukul 14.40 WIB. Pesawat diduga jatuh di dekat Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Pesawat semula dijadwalkan lepas landas pukul 13.25 WIB dan tiba di lokasi pukul 15.00 WIB. Namun pesawat baru lepas landas pukul 14.14 WIB dan seharusnya tiba di Pontianak pukul 15.50 WIB.

Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak mengangkut 62 penumpang. Sebanyak 40 orang merupakan penumpang dewasa, tujuh orang anak-anak, tiga bayi, dan 12 kru. (Tempo.co)

Setyo Budiyanto Ungkap Penahan FY Lantaran Halangi Penyidikan Kasus Nurhadi

Posted: 10 Jan 2021 10:34 AM PST

Setyo Budiyanto Ungkap Penahan FY Lantaran Halangi Penyidikan Kasus Nurhadi

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan FY, tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. FY sebelumnya ditangkap di sebuah hotel di Kota Malang, Jawa Timur.

Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto mengatakan, FY ditahan selama 20 hari pertama terhitung sejak 10 Januari hingga 29 Januari 2021. "Di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Namun, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, yang bersangkutan terlebih dulu menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, " kata dia melalui konferensi pers daring pada Ahad, 10 Januari 2021.

KPK menetapkan FY sebagai tersangka lantaran diduga menghalangi penyidikan dalam perkara Nurhadi. Ia disebut menghalangi-halangi petugas ketika akan meringkus Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.  Atas perbuatannya, FY pun disangkakan Pasal 21 Undang-Undang Tipikor

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga orang menjadi tersangka, yakni Nurhadi; menantunya, Rezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto. KPK menduga Nurhadi melalui Rezky menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar.

Uang itu diduga diberikan agar Nurhadi mengurus perkara perdata antara PT MIT melawan PT Kawasan Berikat Nusantara. KPK menyebut menantu Nurhadi menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. (Tempo)

Budi Karya Sumadi Minta Santunan untuk Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Segera Diberikan

Posted: 10 Jan 2021 10:32 AM PST

Budi Karya Sumadi Minta Santunan untuk Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182 Segera Diberikan.lelemuku.com.jpg

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta pihak-pihak terkait untuk memenuhi hak keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berupa santunan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Saya menugaskan kepada Jasa Raharja, Dirjen Perhubungan Udara, dan Sriwijaya Air, untuk mengambil langkah lanjut dengan menginventarisasi keluarga korban untuk memberikan apa yang menjadi hak dari korban dan keluarga korban," kata Budi Karya dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Ahad, 10 Januari 2021.

Budi Karya menyebut pihak-pihak terkait telah melakukan pertemuan dengan sejumlah keluarga korban untuk dilakukan pendataan. "InsyaAllah hari ini sudah dilakukan pertemuan, besok kita akan lakukan pertemuan lagi, dan menurut laporan Jasa Raharja sudah mengidentifikasi dan juga Sriwijaya sudah turut serta dalam proses itu, dan sudah menyediakan tempat penginapan bagi keluarga korban yang tinggal di luar kota," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Jasa Raharja Budi Rahardjo mengatakan sesuai Ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 15 Tahun 2017 kepada korban meninggal dunia santunan sebesar Rp 50 juta yang akan disampaikan kepada masing-masing ahli waris sesuai ketentuan. "Santunan yang ada sebagai perlindungan dasar," katanya.

Sejauh ini sudah ditemukan tujuh kantong jenazah. Pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, atau 11 nautical mile dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang-Banten.

Pesawat teregistrasi PK-CLC jenis Boeing 737-500 itu jatuh saat akan menanjak ke ketinggian 13.000 kaki dari permukaan laut. Sebelum lepas landas, pesawat SJ 182 juga sempat menunda keberangkatannya selama 30 menit karena cuaca hujan.

KNKT kini bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumpulkan data terkait cuaca. Pesawat Boeing 737-500 diawaki enam awak aktif. Adapun rincian penumpang dalam penerbangan SJ182 adalah 40 dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi dan enam awak sebagai penumpang. (Tempo)

Basarnas Lampung Kerahkan Tenaga Penyelam Untuk Pencarian Korban Sriwijaya Air

Posted: 10 Jan 2021 10:21 AM PST

Basarnas Lampung Kerahkan Tenaga Penyelam Untuk Pencarian Korban Sriwijaya Air.lelemuku.com.jpg

BANDAR LAMPUNG, LELEMUKU.COM - Basarnas menambah tenaga penyelam dalam upaya pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu 9 Januari 2021. Tambahan tenaga tersebut didatangkan dari Basarnas Lampung.

Kepala Basarnas Lampung Jumaril menyatakan pihaknya telah memberangkatkan KN SAR 224 Basudewa menuju Kepulauan Seribu. Sementara satu kapal lainnya dengan kode RIB 02 telah dipersiapkan di Pelabuhan Bakauheni untuk diberangkatkan pada Ahad ini dengan membawa tim penyelam Basarnas Lampung.

"Basarnas Lampung mengerahkan personel dan alat utama untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR terhadap korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182," kata Jumaril di Bandar Lampung.

"Untuk dukungan pelaksanaan operasi SAR terhadap jatuhnya Sriwijaya Air SJ-182 yang dilaporkan kehilangan kontak di Kepulauan Seribu dari Lampung telah memberangkatkan KN Basudewa untuk perkuatan di Kepulauan Seribu," tambahnya.

Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 classic series dengan rute penerbangan Jakarta-Pontianak jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu (9/1), pukul 14.36 WIB.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi pada 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Kabar terakhir menyebutkan sejumlah potongan tubuh korban telah ditemukan. Selain itu sejumlah serpihan pesawat juga sudah berhasil dievakuasi. Black Box Sriwijaya Air yang jatuh itu pun disebut telah ditemukan lokasinya.

Selain Basarnas, upaya pencarian dan penyelamatan korban jatuhnya Sriwijaya Air juga dilakukan dengan bantuan berbagai pihak mulai dari TNI, Polri hinggap Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.(Tempo)

10 Kantong Bagian Tubuh dan 16 Kepingan Pesawat Berhasil Ditemukan Tim Pencari

Posted: 10 Jan 2021 10:15 AM PST

10 Kantong Bagian Tubuh dan 16 Kepingan Pesawat Berhasil Ditemukan Tim Pencari.lelemuku.com.jpg

JAKARTA, LELEMUKU.COM -Kepala Basarnas Bagus Puruhito menyampaikan hasil pencarian pesawat dan penumpang Sriwijaya Air SJ 182 pada Minggu, 10 Januari 2020 hingga pukul 19.20.

Pencarian itu dilakukan oleh Basarnas, TNI, Polri dan petugas dari instansi-instansi lainnya.

"Sepuluh kantong jenazah yang berisi bagian dari korban, dan lima potong pakaian," kata Bagus di Jakarta International Container Terminal atau JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu 10 Januari 2021 petang.

Bagus melanjutkan, petugas juga telah menemukan serpihan pesawat yang dibungkus dalam 10 kantong. Selanjutnya, 16 potongan besar dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 tujuan Jakarta-Pontianak itu juga ditemukan.

"Dalam pelaksanaan operasi SAR hari ini juga, KRI Rigel berhasil mendeteksi adanya dua pinger yang diyakini adalah black box," kata Bagus.

Sementara itu, Koordinator Misi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Rasman mengatakan upaya pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 akan dilakukan selama 24 jam. Kapal-kapal dan personel masih berada di tengah laut hingga malam ini untuk melakukan pencarian.

"Hanya mungkin yang dibatasi itu penyelaman di bawah air, dengan kondisi gelap, saya pikir tidak efektif untuk melakukan pencarian di malam hari," kata Rasman.

Rasman mengatakan kapal yang memiliki kemampuan sonar untuk mendeteksi bawah laut hingga saat ini masih beraktivitas. Walau begitu, Rasman mengatakan petugas di lapangan juga akan menyesuaikan kondisi alam.

"Mudah-mudahan H+3 besok Senin, kami bisa mendapatkan hasil semaksimal mungkin," kata dia.

Rasman mengatakan total ada 100 kapal baik skala besar maupun kecil yang dioperasikan dalam pencarian Sriwijaya SJ182 ini. Sedangkan jumlah orang yang mendaftarkan diri untuk membantu proses evakuasi ini mencapai 2.123. (Tempo)

Inilah Alasan KPK Tahan Ferdy Yuman Dalam Kasus Korupsi Nurhadi

Posted: 10 Jan 2021 10:08 AM PST

Inilah Alasan KPK  Tahan Ferdy Yuman Dalam Kasus Korupsi Nurhadi.lelemuku.com.jpg

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tersangka Ferdy Yuman dalam kasus korupsi Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Dia diduga berperan dalam menyembunyikan Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

Plh Deputi Penindakan KPK Setyo Budiyanto menyatakan bahwa Ferdy Yuman merupakan supir yang bekerja untuk keluarga Rezky sejak 2017. Dia disebut berperan besar dalam upaya Nurhadi sembunyi dari kejaran KPK.

Salah satunya adalah ketika KPK berupaya menangkap Nurhadi pada Juni tahun lalu di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Saat itu, menurut Setyo, Ferdy telah menunggu di dalam mobil Toyota Fortuner hitam dengan pelat nomor kendaraan yang diduga palsu.

Mobil itu terparkir di luar pintu gerbang rumah untuk bersiap-siap menjemput Rezky Herbiyono bersama keluarganya.

"Saat tim mendekati mobil tersebut, FY langsung pergi dengan mengemudi menggunakan kecepatan tinggi dan menghilang ke arah Senayan, sedangkan tim KPK kembali ke arah rumah Nurhadi dan berhasil menangkap dan mengamankan Nurhadi dan Rezky Herbiyono di dalam rumah tersebut," kata Setyo.

Ia menjelaskan pada 11 Februari 2020, KPK telah menerbitkan daftar pencairan orang (DPO) atas nama tersangka Nurhadi, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Selain itu, menurut Setyo, Ferdy Yuman juga berperan aktif dalam penyewaan rumah di Jalan Golf 17 Suite 1 yang digunakan Nurhadi dan Rezky Herbiyono dalam pelariannya.

"Pada Februari 2020, FY atas perintah dari Rezky Herbiyono membuat perjanjian sewa menyewa rumah di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. dengan pemilik rumah dan sekaligus menyerahkan uang sewa secara tunai sebesar Rp490 juta," ucap Setyo.

Pada bulan yang sama, lanjut dia, Nurhadi bersama dengan istrinya Tin Zuraida dan keluarga Nurhadi lainnya beserta dua asisten rumah tangga menempati rumah di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tersebut.

Selain itu, kata dia, pada Juli 2020, tim penyidik KPK menggeledah di rumah keluarga Ferdy yang berlokasi di Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, namun Ferdy dan pihak keluarganya tidak kooperatif.

Atas perbuatannya, Ferdy disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

KPK menetapkan Nurhadi sebagai buronan pada Februari 2020. Dia dijerat kasus suap dan gratifikasi senilai total Rp 46 miliar dalam kurun waktu 2011-2016. (Tempo)

Inilah Kesaksian Warga Pulau Lancang Saat Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh

Posted: 10 Jan 2021 09:51 AM PST

Inilah Kesaksian Warga Pulau Lancang Saat Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh.lelemuku.com.jpg

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di gugusan Kepulauan Seribu, Utara Jakarta, pada Sabtu 9 Januari 2020. Sejumlah warga menyebutkan bahwa suarat jatuhnya pesawat tersebut menggelegar hingga menggetarkan rumah mereka.

Junaenah, warga Pulau Lancang menyatakan mendengar suara menggelegar sekitar pukul 14.40 WIB. Saat itu dirinya tengah berada di dalam rumah karena hujan lebat terus mengguyur.

"Hari itu hujan campur angin kencang, tiba-tiba ada suara 'duar' terdengar keras sekali sampai rumah (kaca rumah) bergetar," kata Junaenah kepada Antara, Minggu 10 Januari 2020 petang.

Menurut Junaenah, kala itu, kebanyakan warga Pulau Lancang berada di dalam rumah untuk berlindung dari hujan. Namun, ada pula yang ppergi melaut mencari rajungan.

"Pas dengar saya kaget,'Ya Allah, suara apa itu,' karena besar sekali seperti bom. Tapi saya dan anak-anak tidak keluar karena saya kira hanya petir di tengah hujan," kata perempuan berusia 40 tahun yang jarak rumahnya dari bibir pantai hanya sekitar 200 meter tersebut.

Warga Pulau Lancang baru menduga bahwa suara tersebut berasal dari pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada pukul 16.00 WIB. Saat itu Kementerian Perhubungan menginformasikan pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak tersebut hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu.

Dugaan mereka semakin kuat setelah mendengar cerita dari warga lainnya yang baru pulang dari melaut. Menurut para nelayan, suara menggelegar itu berasal dari sebuah pesawat yang mengalami kejadian nahas jatuh di antara tempat mereka dengan Pulau Laki yang tak berpenghuni.

"Nelayan yang baru pulang mengabari bahwa di sana (perairan Pulau Lancang-Pulau Laki) ada pesawat yang jatuh. Saya langsung ingat oh mungkin itu yang siang tadi (saat hujan) saya kira petir sangat besar," ucap Marsu, Ketua RT 001/RW 001 Pulau Lancang.

Tak lama berselang, cerita Marsu, banyak warga Pulau Lancang yang dikerahkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.

"Akhirnya pihak berwenang di sini berinisiatif untuk mengumpulkan warga dan melakukan pencarian sebisanya sampai dihentikan sekitar pukul 21.00 WIB," ucap Marsu.

Nelayan yang dimaksud Marsu tak lain adalah Hendrik Mulyadi. Dia mengaku berada tak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu. Saat itu Hendrik bersama dua rekannya tengan mencari rajungan di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

"Saat itu hujan cukup besar (kemungkinan berkabut), dan kami bertiga di tengah laut sedang konsentrasi mengambil bubu (alat penangkap rajungan), tiba-tiba ada seperti kilat ke arah air disusul dentuman keras, puing berterbangan sama air (ombaknya) tinggi sekali, untung kapal saya enggak apa-apa," kata pria 30 tahun itu dalam perbincangannya dengan Antara di lokasi.

Setelah rangkaian kejadian yang berlangsung di bawah dua menit tersebut, Hendrik mengaku tidak bisa melakukan apa-apa selain bertanya-tanya ada apa gerangan yang terjadi dan sempat mengira itu adalah bom yang jatuh dan meledak.

Dia tak menyangka itu adalah sebuah pesawat karena tak mendengar suara mesin sebelum terjadinya dentuman keras itu. Dia juga menyatakan tak melihat ada kobaran api,

"Suara mesin tidak ada. Terus saat kejadian tidak kelihatan ada api, hanya asap putih, puing-puing yang berterbangan, air yang berombak besar, dan ada aroma seperti bahan bakar," katanya.

Meski tidak mengalami cedera dan kapalnya tidak mengalami kerusakan, Hendrik mengaku masih terguncang, hingga tidak enak makan dan tidur sampai tak sanggup bekerja mencari rajungan seperti sedia kala.

Sebelumnya dikabarkan bahwa Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor register PK-CLC jatuh dari ketinggian sekitar 11 ribu kaki. Pesawat diduga

Pesawat berjenis Boeing 737-500 tersebut sempat diundur keberangkatannya karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Tim SAR gabungan hingga Minggu 10 Januari 2021 malam masih terus melakukan upaya pencarian korban di lokasi jatuhnya pesawat. Setidaknya 10 kantong jenazah berisi potongan tubuh korban telah ditemukan.

Mereka juga menyatakan telah menemukan lokasi Black Box Sriwijaya Air yang bisa mengungkap misteri jatuhnya pesawat tersebut. Namun hingga malam ini Black Box tersebut masih belum dapat ditemukan dan diangkat ke permukaan. (Tempo)