Nia Ramadhani Sebut Alasan Pakai Narkoba Karena Banyak Tekanan Hidup

Nia Ramadhani Sebut Alasan Pakai Narkoba Karena Banyak Tekanan Hidup


Nia Ramadhani Sebut Alasan Pakai Narkoba Karena Banyak Tekanan Hidup

Posted: 08 Jul 2021 07:52 AM PDT

Nia Ramadhani Sebut Alasan Pakai Narkoba Karena Banyak Tekanan Hidup

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan Nia Ramadhani bersama suaminya Ardiansyah Bakrie mengaku sudah mengonsumsi sabu sejak lima bulan terakhir.

Kepada penyidik, anak dan menantu miliarder Aburizal Bakrie itu mengaku banyak mendapatkan tekanan hidup selama masa pandemi Covid-19.  

"Penyampaian awal memang di masa pandemi dia menggunakan sabu Apalagi banyak tekanan kerja," ujar Yusri di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Kamis, 8 Juli 2021 

Nia mengaku membeli sabu sebanyak satu klip degan harga Rp 1,5 juta. Barang haram itu dibeli melalui sopirnya ZA dan dikonsumsi bersama sang suami, Ardiansyah Bakrie.  

Yusri Yunus mengatakan, pihaknya mencurigi ada komplotan pengedar narkoba yang biasa memasok untuk para publik figur. Sampai saat ini pihak kepolisian masih mengejar pengedar tersebut.  

"Mereka kami kenakan di Pasal 127 UU Nomor 35 tahun 2009. Ini masih awal, karena perkara ini baru saja akan dikembangkan," kata Yusri.  

Penangkapan terhadap Nia, Ardi, dan ZN berawal dari informasi yang polisi dapatkan soal publik figur yang menjadi pecandu narkoba. Polisi kemudian melakukan pemantauan terhadap gerak-gerik Nia dan Ardi. 

Setelah melakukan pemantauan, polisi kemudian terlebih dahulu meringkus seseorang pria berinisial ZN yang merupakan sopir atau pembantu Nia Ramadhani dan Ardiansyah Bakrie pada Rabu pagi kemarin.

Selanjutnya, Polisi mengembangkan kasus ini dan menangkap Nia di rumahnya yang berada di Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Rabu sore sekitar pukul 15.00. Saat digrebek, Nia sedang seorang diri. Ia tak membantah dirinya merupakan seorang pecandu sabu. 

"Kemudian dilakukan pendalaman dan RA mengakui bahwa suaminya AAB juga menghisap sabu bersama," ujar Yusri. 

Ardiansyah Bakrie kemudian menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Rabu malam kemarin sekitar pukul 20.00. Dari hasil tes urine, baik Ardi, Nia Ramadhani, dan ZN positif mengonsumsi sabu.(M Julnis Firmansyah|Tempo) 

Petugas Gabungan di Pekayon Mulai Sekat Jalur Tikus di Permukiman Warga Pasar Rebo

Posted: 08 Jul 2021 12:04 AM PDT

Petugas Gabungan di Pekayon Mulai Sekat Jalur Tikus di Permukiman Warga Pasar Rebo.lelemuku.com.jpg

JAKARTA TIMUR, LELEMUKU.COM – Petugas gabungan melakukan penyekatan di permukiman warga Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur . 

Penyekatan ini dilakukan untuk mencegah para pengendara yang nekat masuk ke wilayah Jakarta melalui jalur tikus .

Plt Lurah Pekayon, Sunar mengatakan, penyekatan di jalan permukiman tersebut untuk menghalau pengendara agar tidak menggunakan jalan tikus untuk lepas dari pos penyekatan saat PPKM Darurat. Penyekatan di jalan permukiman warga dilakukan petugas Satgas COVID-19 Kelurahan Pekayon.

"Mulai hari ini dilakukan penyekatan, kita sudah koordinasi dengan wilayah Kota Depok. Sudah bertemu dengan Lurah, Ketua RT/RW dan aparat. Hasilnya setuju melakukan penyekatan," kata Sunar di Jakarta Timur, Rabu (7/7/2021).

Sejak pos penyekatan PPKM darurat di Jalan Raya Bogor depan PT Panasonic perbatasan Jakarta Timur dengan Depok beroperasi, permukiman warga di kedua Kelurahan macet imbas jadi jalur tikus.

"Masing-masing lokasi disekat, kita sudah koordinasi untuk melakukan penyekatan di dua lokasi. Pengendara diperiksa keperluannya, apa pekerja sektor esensial dan kritikal atau bukan," ujarnya. (humaspolri)

Video Viral Oknum Polisi Terima Sesuatu dari Kernet Bus di Tol Wiyoto Wiyono Tanjung Priok

Posted: 07 Jul 2021 10:12 PM PDT

Video Viral Oknum Polisi Terima Sesuatu dari Kernet Bus di Tol Wiyoto Wiyono Tanjung Priok.lelemuku.com.jpg

JAKARTA UTARA, LELEMUKU.COM – Sebuah video berisi rekaman seorang oknum petugas kepolisian lalu lintas yang diduga menerima sesuatu dari kernet bus di Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara, viral di media sosial.

Dari video yang positing Instagram @jakut_update, memperlihatkan seorang pria yang diduga kernet bus, mendekati mobil patroli yang berhenti di persimpangan exit tol arah Ancol.

Setelah mendekati mobil patroli tersebut, tiba-tiba salah satu petugas polisi yang duduk di depan sebelah kiri keluar, lalu menerima 'sesuatu' dari kernet bus.

Setelah memberikan kepada petugas, kernet tersebut bergegas kembali dan bus tersebut kembali melanjutkan perjalanannya.

Belum diketahui pasti siapa yang merekam video tersebut. Namun jika melihat dari posisinya, kamera yang merekam ditempatkan di tengah kabin pengendara. Video inipun bersumber dari @mohmarzukimarzuki.

Melihat rekaman pada video tersebut, sejumlah netizen pun mempertanyakan aksi pungli yang dilakukan petugas kepolisian di lapangan.

"Tengsin dong, katanya no pungli. Melawak," tulis akun @eqoeza

"Kelar urusan.. lancar jaya jaya jaya," tulis @rizal_laeli. (humaspolri)

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap Polisi Diduga Terkait Narkoba

Posted: 07 Jul 2021 09:40 PM PDT

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Ditangkap Polisi Diduga Terkait Narkoba

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus membenarkan artis Nia Ramadhani (NR) dan suaminya Ardi Bakrie (AB). Kabar keduanya ditangkap sudah merebak sejak semalam.

"Saya membenarkan, NR dan AB sementara dilakukan (pemeriksaan) di Polres Jakarta Pusat," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Juli 2021.

Yusri tak merinci penangkapan tersebut terkait apa. Namun ia mengatakan Polda Metro Jaya akan segera merilis kasus tersebut siang ini.

"Nanti siang setelah zuhur saya akan konpers di Polres Jakarta Pusat," ujar Yusri.

Sebelumnya, merebak kabar Nia Ramadhani dan suaminya ditangkap saat tengah menggelar pesta sabu di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Penangkapan disebut terjadi pada Rabu malam tadi.(M Julnis Firmansyah | Tempo)

Dokter Novilia Sjafri Bachtiar Meninggal Karena Covid-19

Posted: 07 Jul 2021 05:07 PM PDT

Dokter Novilia Sjafri Bachtiar Meninggal Kerena Covid-19

JAKARTA, LELEMUKU.COM - Ketua uji klinis vaksin  Sinovac dari Bio Farma sekaligus akademikus Universitas Padjajaran (Unpad), dr. Novilia Sjafri Bachtiar, meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi mengatakan, almarhumah meninggal pada Rabu dini hari, 7 Juli 2021, di Rumah Sakit Santosa. "Dr Novilia sudah dimakamkan tadi siang di Cimahi, dekat kediamannya, dengan menggunakan protokol Covid-19," kata Dandi Rabu siang.

Almarhumah merupakan Kepala Divisi Surveilans dan Riset Klinis di PT Bio Farma (Persero) dan turut berjasa dalam riset uji klinis vaksin Sinovac sejak 2020 lalu. Selain itu, Novilia juga dosen berstatus luar biasa atau tidak tetap di Fakultas Farmasi Unpad.

Untuk itu, Dandi yang mewakili Unpad pun menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sosok yang berjasa dalam penanganan pandemi yang terjadi saat ini. "Beliau adalah salah seorang pejuang kesehatan yang sangat berjasa dalam mengatasi pandemi ini, terutama dalam hal pengujian klinis vaksin," kata Dandi.

Selain sebagai pengajar, kata Dandi, Novilia juga salah seorang putri terbaik lulusan universitas terkemuka di Jawa Barat itu.  Novilia mengenyam pendidikan tingginya di Fakultas Kedokteran Unpad.

"Semoga jejak jasa yang ditinggalkan beliau menjadi inspirasi bagi kita semua, dan hasil jerih payahnya tersebut menjadi manfaat bagi kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini," kata Dand ihwal Novilia sebagai ketua uji klinis vaksin Sinovac.(Tempo)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0