Sejarah Panjang Nama Jakarta dari Sunda Kelapa hingga Daerah Khusus Ibukota
JAKARTA, LELEMUKU.COM – Nama Jakarta telah mengalami beberapa kali perubahan sepanjang sejarah, mulai dari Sunda Kelapa pada tahun 397, Jayakarta pada 1527, Batavia pada 1619, Djakarta pada 1942, hingga resmi menjadi Jakarta pada 1972. Setiap nama mencerminkan era dan penguasa yang berbeda, menjadikan Jakarta sebagai kota dengan jejak sejarah yang kaya.
Pada masa Kerajaan Sunda, pelabuhan ini dikenal sebagai Sunda Kalapa yang terletak di muara Sungai Ciliwung. Pelabuhan ini merupakan salah satu pelabuhan terpenting Kerajaan Sunda selain Banten, Pontang, Cigede, Tamgara, dan Cimanuk. Kapal-kapal asing dari Tiongkok, Jepang, India Selatan, dan Timur Tengah sudah berlabuh di pelabuhan ini membawa porselen, kopi, sutra, dan kain untuk ditukar dengan rempah-rempah.
Pada 22 Juni 1527, Fatahillah dari Demak dan Cirebon menyerang dan menduduki pelabuhan Sunda Kelapa. Ia kemudian mengganti nama kota menjadi Jayakarta yang berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu Jaya yang berarti kemenangan dan Karta yang berarti dicapai. Tanggal 22 Juni kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Jakarta oleh Wali Kota Sudiro pada 1956.
Pada 1619, VOC di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen menduduki Jayakarta dan mengubah namanya menjadi Batavia. Nama ini bertahan selama lebih dari tiga abad hingga masa pendudukan Jepang pada 1942, ketika Batavia diganti menjadi Djakarta. Setelah kemerdekaan, nama Jakarta resmi digunakan hingga saat ini. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri
